LATAR BELAKANG
Pada umumnya
setiap individu memiliki suatu kebutuhan hidup, mulai dari yang sederhana
(primer) sampai kebutuhan yang lebih atau luas (tersier). Karena untuk memenuhi
kebutuhannya, setiap individu memerlukan suatu tempat untuk memenuhi
kebutuhannya.
Organisasi
merupakan suatu perkumpulan orang yang memilki tujuan bersama untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Organisasi di sebut sebagai sistem sosial karena di
dalamnya terdapat sekelompok orang yang mempunyai hubungan keterkaitan antara
satu dengan lainnya sehingga bersosialisasi dengan para pelaku organisasi.
Kelompok
merupakan bagian dari kehidupan manusia. Setiap hari manusia akan terlibat
dalam aktivitas kelompok. Demikian pula kelompok merupakan bagian dari
kehidupan organisasi. Dalam organisasi akan banyak dijumpai kelompok-kelompok
ini. Hampir pada umumnya manusia yang menjadi anggota dari suatu organisasi
besar atau kecil adalah sangat kuat kecenderungannya untuk mencari keakraban
dalam kelompok-kelompok tertentu.
Hal ini akan
saling bersinergi manakala aktifitas akan bersentuhan satu sama lain dalam
membentuk satu capaian yang di inginkan bersama. Kelompok dapat mengubah
motivasi individu atau kebutuhan, dan bisa mempengaruhi prilaku individu dalam
satu kondisi organisasi. Perilaku organisasi adalah lebih dari sekedar kumpulan
logika dari perilaku individu. Juga prilaku kelompok yang juga berinteraksi dan
aktivitas dalam kelompok.
PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI
Menurut
Soekidjo Notoatmojo, prilaku adalah reaksi atau respon seseorang yang masih
tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Menurut Louis Thurstone,
sedangkan menurut Rensis Likert dan Charles Osgood, prilaku adalah
suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. Berarti sikap seseorang terhadap
suatu objek adalah perasaan mendukung atau memihak maupun perasaaan tidak
mendukung atau tidak memihak pada objek tersebut.
Perilaku
individu dalam organisasi adalah bentuk interaksi antara karakteristik
individudengan karakteristik organisasi. Setiap individu dalam organisasi,
semuanya akan berperilakuberbeda satu sama lain, dan perilakunya adalah
ditentukan oleh masing-masing lingkungannya yang memang berbeda.
Individu
membawa ke dalam tatanan organisasi kemampuan, kepercayaan pribadi, pengharapan
kebutuhan dan pengalaman masa lalunya. Karakteristik yangdipunyai individu ini
akan dibawanya manakala memasuki lingkungan baru yaitu oraganisasiatau yg
lainnya. Organisasi juga merupakan suatu lingkungan yang mempunyai
karakteristikseperti keteraturan yang diwujudkan dalam susunan hirarki,
pekerjaan, tugas, wewenang,tanggung jawab, sistem penggajian, sistem
pengendalian, dan sebagainya.
Dalam
kaitan antara individu dengan organisasi, maka ia membawa karakteristik
individu ke dalam organisasi, sehingga terjadilah interaksi antara
karakteristik individu dengankarakteristik organisasi. Interaksi keduanya
mewujudkan perilaku individu dalam organisasi.Perilaku individu juga dapat
dipahami dengan mempelajari karakteristik individu.
Dasar-Dasar Perilaku Individu
Perilaku individu/ manusia adalah
suatu fungsi dari interaksi antara person atau individu dengan lingkungannya.
Semua perilaku individu dipengaruhi oleh beberapa karakteristik, yaitu:
A. Karakteristik biografis
Karakteristik biografis merupakan
karakteristik pribadi yang terdiri dari:
1. Usia
2. Jenis kelamin
3. Status perkawinan
4. Masa kerja
B. Kemampuan
Setiap manusia mempunyai
kemampuan berfikir tapi kemampuan ini berbeda-beda ada yang lebih dan ada yang
kurang. Seluruh kemampuan seseorang pada hakikatnya tersusun dari dua faktor
yaitu:
1. Kemampuan intelektual,
yaitu kemampuan yang diperlukan untuk menjalankankegiatan mental. Untuk
mengungkap kemampuan ini digunakan tes IQ yang berusahamengeksplorasi dimensi
yang membentuk kemampuan intelektual yakni,
- Kecerdasan numeris
- Pemahaman verbal
- Kecepatan perceptual
- Penalaran induktif
- Penalaran deduktif
- Visualisasi ruang
- Ingatan (memory )
2. Kemampuan fisik, adalah
kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugasyang menuntut stamina,
kecekatan, kekuatan dan keterampilan.
C. Kepribadian
Kepribadian adalah himpunan
karakteristik dan kecenderungan yang stabil serta menentukan sifat umum dan
perbedaan dalam perilaku seseorang. Hal ini paling sering digambarkan dalam
bentuk sifat-sifat yang dapat diukur dan diperlihatkan oleh
seseorang. Determinan Kepribadian terdiri dari:
1. Keturunan
2. Lingkungan
3. Situasi
Kepribadian seseorang walaupun
pada umumnya mantap dan konsisten, berubah dalam situasiyang berbeda. Tuntutan
yang berbeda dari situasi yang berlainan memunculkan aspek-aspek yang berlainan
dari kepribadian seseorang.
D. Pembelajaran
Pembelajaran adalah setiap
perubahan yang relative permanen dari perilaku yang terjadi sebagai hasil
pengalaman. Suatu perubahan proses berfikir atau sikap seorang individ, jika
tidak diiringi dengan perubahan perilaku, nelum merupakan pembelajaran.
Perbedaan dimensi individu dalam
sebuah organisasi dipengaruhi oleh: konsep diri, cirri kepribadian, sikap,
kemampuan, dan emosi. Konsep diri adalah bagaimana anda memandang diri sendiri,
kepribadian adalah bagaimana anada menampilkan diri anda didepan orang lain.
E. Sikap
Sikap adalah pernyataan atau
pertimbangan evaluatif (menguntungkan atau tidak menguntungkan) mengenai objek,
orang dan peristiwa. Sikap mencerminkan bagaimana seseorang merasakan mengenai
sesuatu. Dalam perilaku organisasi, pemahaman atas sikap penting, karena sikap
mempengaruhi perilaku kerja. komponen sikap terrdiri dari:
a. Kognitif,
segmen pendapat atau keyakinan dari suatu sikap
b. Afektif,
segmen emosional dari suatu sikap
c. Perilaku,suatu
maksud untuk perilaku dalam suatu cara tertentu terhadap seseorang atau
sesuatu.
F. Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja adalah suatu sikap
umum seorang individu terhadap pekerjaannya. atau persaan senang atau tidak
senang terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja mempengaruhi sikap.
G. Persepsi
Ada sejumlah faktor yang
menyebabkan terjadinya distorsi dalam persepsi atau adanya perbedaanpersepsi
dalam memaknai sesuatu. Faktor tersebut adalah :
a. Pemberian
Kesan (perceiver ). Bagaimana seseorang memberikan arti terhadap
sesuatusangat ditentukan oleh karakteristik kepribadian orang tersebut.
Misalnya umur, lamabekerja, status, tingkat pendidikan, agama, budaya, dan
lain-lain.
b. Sasaran.
Atribut yang melekat pada objek yang sedang diamati akan dipersepsikanmsehingga
dapat mempengaruhi bagaimana orang mempersepsikan hal tersebut.misalnya dari
wujud fisik, tinggi, bentuk tubuh, rambut, cara berpakaian, suara,
gerakan,bahasa tubuh maupun sikapnya
c. Situasi.
Lingkungan sangat menentukan individu/kelompok dalam mempersepsikan objek atau
kejadian. Contoh, setiap malam minggu Anda melihat sesorang di sebuah café.
Menurut Anda, orang tersebut tidak menarik. Tetapi ketika orang tersebut
datang ke masjid, menurut Anda, orang tersebut menjadi sangat menarik. Namun
mungkin saja orang lain tidak menilainya demikian.
Tiap-tiap individu memiliki
karakteristik seperti kemampuan, kepercayaan pribadi, harapan, kebutuhan dan
pengalaman masa lalunya. Organisasi sebagai suatu lingkungan individu juga
mempunyai karakteristik antara lain : keteraturan yang diwujudkan dalam susunan
hierarki, pekerjaan-pekerjaan, tugas-tugas, wewenang, tanggung jawab, system
pengajian, system pengendalian, dan lain-lain.
Perilaku Kelompok Dalam Organisasi
Setiap individu dalam
kehidupannya mempunyai kepentingan dan tujuan yang berbeda, sehingga dengan
sifat dan karakteristik setiap individu yang berbeda-beda, tentunya akan
mempunyai potensi yang besar pula apabila diwujudkan kedalam suatu kepentingan
dan tujuan bersama atau kelompok.. Setelah setiap individu masuk kedalam
kepentingan dan tujuan kelompok, maka perilaku mereka akan menjadi perilaku
kelompok untuk kebersamaan.
Pengertian Perilaku Kelompok Dan Klasifikasi Kelompok
Perilaku kelompok adalah semua
kegiatan yang dilakukan oleh dua atau lebih individu yang berinteraksi dan
saling mempengaruhi dan saling bergantung untuk menghasilkan prestasi yang
positif baik untuk jangka panjang dan pertumbuhan diri bila satu kelompok
terdapat dalam satu organisasi maka anggotanya harus termotivasi untuk
bergabung, menganggap kelompok sebagai kesatuan unit dari orang yang
berinteraksi, berkontribusi da;lam berbagai jumlah proses kelompok, dan
mencapai kesepakatan dan ketidaksepakatan melalui berbagi interaksi.
Suatu kelompok dapat dibedakan
menjadi dua yaitu kelompok formal dan kelompok informal. Kelompok formal adalah
kelompok yang didefenisikan oleh struktur organisasi seperti: preiden dengan
staf menterinya, ketua DPR dengan anggota komisi, dan lain-lain. Kelompok
informal adalah kelompok yang terstruktur atau tidak, formal atau tidak
ditetapkan secara organisasi, muncul sebagai tanggapan terhadap kebutuhan akan
kontak sosial.
Kelompok merupakan bagian dalam
kehidupan manusia. Tiap hari manusia akan terlibat dalam aktifitas kelompok,
demikian juga kelompok merupakan bagian dari organisasi, dalam organisasi akan
banyak ditemui kelompok-kelompok. Karakteristik suatu kelompok yaitu: adanya
dua orang atau lebih, berinteraksi satu sama lain, saling memebagi beberapa
tujuan yang sama, dan melihat dirinya sebagai suatu kelompok.
Dasar-dasar Perilaku Kelompok
Dasar-dasar perilaku kelompok
terdiri dari:kondisi eksternal pada kelompok, sumber daya anggota, sumber
kelompok, proses kelompok,tugas-tugas kelompok,kinerja dan kepuasan, teori
psikologi.
A. Kondisi eksternal pada kelompok
1. Startegi
organisasi: meliputi tujuan-tujuan organisasi dan cara-cara untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan tersebut.
2. Struktur
otoritas: ketentuan mengenai otoritas yang dimilki oleh setiap bagian/ setiap
individu dalam suatu organisasi karena setiap individu atau kelompok memilki
otoritas yang berbeda.
3. Peraturan
formal: ketentuan mengenai aturan, prosedur, kebijakan, dan ragam lain dari
peraturan induk membakukan perilaku karyawan
4. Sumber
daya organisasional: merupakan sumber daya uang, waktu, bahan mentah, peralatan
yang dialokasikan oleh organisasi pada kelompok.
5. Proses
seleksi perilaku para personil: criteria-kriteria tertentu yang digun akan
dalam proses merekrut karyawan, proses seleksi tersebut akan menempatkan man in
the right place
6. Evaluasi
kinerja dan system ganjaran: proses melakukan evaluasi terhadap hasil kerja
anggota kelompok setelah dievaluasi, maka perlu diteruskan dengan system
ganjaran akan hasil evaluasi tersebut.
7. Budaya
organisasi: merupakan standar untuk keryawan mengenai perilaku yang dapat
diterima dengan baik dan yang tidak dapat diterima.
B. Sumber daya anggota
Adapun sumber daya yang berperan
sangat penting pada anggota individu, yaitu kemampuan dan karakteristik
kepribadian.
1. Kemampuan,
ada hubungan antara kemampuan intelektual dengan relevansi tugas terhadap
kinerja kelompok
2. Karakteristik
kepribadian, ada hubungan antara karakterisitik kepribadian yang positif dalam
budaya terhadap produktifitas, semangat, dan kekohesifan kelompok.
C. Struktur kelompok
Kelompok kerja memiliki struktur
yang dapat membentuk perilaku anggota kelompok tertentu. Ada beberapa variable
struktur kelomp[ok yaitu: kepemimpinan formal, peran, norma, status kelompok,
ukuran kelompok, dan komposisi kelompok.
1. Kepemimpinan
formal
2. Peran
3. Norma
4. Status
5. Komposisi
D. Proses kelompok
Dalam tugas kelompok, sumbangan
tiap individu tidak tampak dengan jelas karena ada individu yang mengurangi
upayanya sehingga hasil yang diperoleh oleh kelompoktidak maksimal tetapi ada
juga individu yang menciptakan keluaran (output) lebih besar dari pada masukkan
(input)
E. Tugas-tugas kelompok
Tugas yang memiliki tingkat
ketidakpastian tinggi menuntut lebih banyak pemrosesan informasi, tergantung
pada:
1. Pengambilan
keputusan kelompok
Keputusan yang diambil oleh dua
orang atau lebih lebih naik dari pada satu orang. Kenyataannya pada saat ini
banyak keputusan dalam organisasi yang diambil oleh kelompok, tim, komite. Ada
beberapa keuntungan dan kerugian dari pengambilan keputusan berdasarkan pada
kelompok, yaitu:
Keuntungan kelompok: informasi
dan pengetahuan lebih lengkap, lebih banyak pendekatan dan alternativ dapat
dikembangkan, meningkatkan dukungan dan keputusan terhadap keputusan yang
dibuat dan dilaksanakan oleh kelompok, dan kegitimasi meningkat. Keruguian dari
kelompok: menghabiskan waktu, tekanan untuk sesuai, dominasi oleh beberapa
orang, tanggung jawab kembar.
2. Teknik
pengambilan keputusan
Tekniki pengambilan keputusan
dalam kelompok yaitu: interaksi, sumbang saran. Teknik kelompok nominal, teknik
delphhi, pertemuan elektronik.
F. Kinerja dan Kepuasan
Ada beberapa factor yang
berhubungan dengan dengan kinerja yaitu: persepsi peran, norma, status, ukuran
kelompok, susunan demografis, tugas kelompok, dan kekohesifan. Keputusan
anggota dipengaruhi oleh hubungan persepsi, peran kinerja antara atasan dan bawahan.
G. Teori psikologi
The collaborative Classroom. Kegiatan kerjasama adalah jika 2 orang atau lebih bekerja sama untuk tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu. Dengan demikian terdapat dua unsure yaitu kerjasama, saling ketergantungan yang positif. Kekompakan dalam kelompok akan terwujud bila setiap anggota mempunyai perasaan bahwa dirinya merupakan begian dari suatu kelompok dan perasaan tersebut harus beredasarkan pada kepercayaan.
REFERENSI :
https://afdalarianto.blogspot.com/2016/04/makalah.html
Angelo kinicki, Robert kreitner. 2005. Perilaku Organisasi. Jakarta: salemba empat.
Donnelly, Gibson, Ivancevich. 1985. Organisasi. Jakarta: Erlangga
KenBlanchard, Paul Hersey. 1982. Manajemen perilaku
organisasi. Jakarta: Erlangga.
Sopiah. 2008. Perilaku Organisasonal.
Yogyakarta : ANDI.
Komentar
Posting Komentar